Post With Title

Metropilar Pos Media Online Mahasiswa UHO

Metropilar Pos Media Online Mahasiswa UHO

Metropilar Pos Kabar Terbaru Dan Terkini

Strategi Bijak Menyikapi Informasi Dari Media Sosial


Metropilar Pos - Laju Arus perkembangan dunia informasi semakin tak terhindarkan. Masyarakat dunia secara tidak sadar sebenarnya telah tergilas oleh perkembangan teknlogi. Secara kasat mata kita dapat menyaksikan ketertundukan manusia pada buah dari teknologi. Sebut saja internet, internet merupakan salah satu karya teknologi yang memiliki peran vital di era digital seperti sekarang ini. Melalui internet segudang informasi dapat diperoleh dengan mudah. Tidak hanya sebagai penyedia informasi, internet memiliki multifungsi salah satunya yang paling digandrungi masyarakat dunia, internet dijadikan sarana komunikasi Dunia Maya. 

Komunikasi dunia maya lebih keren disebut media sosial menjadi standarisasi untuk dikategorikan sebagai masyarakat kekinian. Tidaklah heran di era kekinian jika masyarakat tidak ingin dibilangkan masyarakat ketinggalan jaman memaksakan diri untuk memiliki akun-akun media sosial terpopuler. Facebook, Twiter, Instagram, Whatsapp dan lain sebagainya merupakan sarana-sarana media sosial yang menjadi jawara di hati masyarakat Indonesia pengidam istilah masyarakat kekinian.

Menyadari hal-hal itu, situs-situs penyedia informasi (berita) tak mau ketinggalan momen, media sosial pun ikut diberdayakan untuk mempromosikan berita-berita yang dimuatnya. Kerap kali banyak ditemukan situs berita hoax atau berita bohong yang tersuguh di halaman media sosial. Hal ini di karenakan banyak situs-situs berita yang menyalahi kode etik Jurnalistik demi memburuh rating tinggi pembaca. Akibat tidak jelih, banyak penikmat media sosial yang terjerumus dalam informasi bohong dan mengajak orang untuk dibodohi dengan menyebar luaskan informasi tersebut.

Untuk itu sebagai penikmat media sosial kita harus bijak menyerap informasi yang disuguhkan oleh media sosial. Berikut beberapa trik dari pengamat media sosial, Nukman Luthfie (Kolumnis tirto.id) guna menfilter informasi dari media sosial :

1. Jangan Hanya Membaca Judul
Media online atau versi online media arus utama sangat bergantung pada klik. Semakin banyak klik, semakin terbuka peluang mendapat iklan. Agar mendapat klik tinggi dari media sosial, judul harus dibuat semenarik mungkin. Sayangnya, semenarik mungkin itu bisa terjebak menjadi seprovokatif mungkin, yang seringkali melenceng dari isi berita. Judul berita provokatif tak selalu sama dengan isi berita. Karena itu jangan terkecoh oleh judul. Jika ingin menyebarkannya, baca dulu isinya. Pastikan judul dan isi memang selaras.

2. Cek dan Ricek.
Media boleh memihak. Itu hak media, namun berita yang diproduksinya harus taat kaidah jurnalistik. Pembaca, artinya kita semua, mesti lebih rajin melakukan cek dan ricek terlebih dulu sebelum menjadikannya sebagai referensi. Cek ke media lain, yang menjadi lawannya, bagaimana sudut pandang media tersebut terhadap hal yang sama.

Misalnya kita harus membandingkan informasi dari tiga media atau lebih yang berbeda untuk menyaring informasi. Jika sebuah berita hanya dimuat di satu atau media, sebaiknya kita harus cenderung hati-hati menggunakannya sebagai referensi. Jika ada banyak media yang berbeda ada kesamaan informasi, barulah aman digunakan sebagai referensi.

3. Ikuti akun-akun terpercaya.
Kita bisa berkawan banyak di Facebook, bisa mentok sampai 5.000. Kita bebas mengikuti orang lain di Twitter tanpa batasan jumlah, begitu juga di Instagram dan lainnya. Tapi hidup kita akan ruwet jika informasi mengalir terlalu banyak.

Teman di Facebook yang sebenarnya tak pernah kita kenal tapi membanjiri informasi layak di-unfollow, jika enggan untuk unfriend. Demikian pula di Twitter, unfollow saja akun-akun yang berisik dengan informasi tak akurat. Lebih baik kita mengikuti akun-akun terpercaya, meski mereka berbeda pandangan dengan kita.

4. Saring via fasilitas  penyaring di media sosial.
Setiap media sosial memiliki fasilitas untuk menyaring informasi, termasuk menyaring kata kunci. Seperti di twiter ckita dapat menyaringnya dengan cara membuat list akun yang layak dibaca informasinya. Isinya beberapa akun, baik punya kesamaan maupun perbedaan pandangan mengenai isu tertentu, tapi jumlahnya terbatas, paling banyak 100 akun, agar informasi yang mengalir ke otak bersih dari sampah informasi.[Metropilar Pos ]
BAGIKAN

Metropilar Pos ADALAH MEDIA ONLINE DI KAMPUS UHO,TERIMA KASIH TELAH MEMBACA ARTIKEL DI Metropilar Pos JANGAN LUPA LIKE FANPAGE KAMI FB : Metropilar Pos SEMUA ARTIKEL INI DI PUBLIKASIKAN OLEH Unknown

Metropilar Pos ADALAH MEDIA ONLINE DI KAMPUS UHO Kirim Tulisanmu Di Email Official : metropilarpos@gmail.com Atau Inbox Di Fanpage FB Metropilar Pos Artikel yang Di Terima Berupa Opini/Gagasan/Berita/Cerpen/Puisi Dan Press Realase
    Ayo Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

AYO PROMOSIKAN USAHA ANDA

AYO PROMOSIKAN USAHA ANDA
Kontak kami di facebook Metropilarpos.com

BACA JUGA BERITA YANG PALING BANYAK DI BACA

BACA JUGA BERITA TERKINI LAINNYA